Oleh: WhiteRose | Juli 19, 2011

Senin, 18 Juli 2011

Pertemuan yang sangat tidak aku harapkan terjadi. Saat pulang kerja, dia sudah ada di rumah “PMS”, aku muak melihatnya, dan selalu berharap Tuhan jangan pertemukan kami dengan pasangan suami istri itu yang tidak lain saudara sendiri. Tapi bila mengingat kelakuannya rasanya aku sudah menutup hati untuk berdamai. Bahkan suamiku sendiri malas untuk menyapanya.

Sampai saat ini aku masih merasa kasihan dengan istrinya, selalu ditipu dayakan suaminya sendiri. Aku mendengar selentingan yang bagiku sudah tidak aneh, baru2  ini tukang kebunnya memergoki suaminya sedang memeluk pembantunya dari belakang. Dan sudah pasti disaat istrinya tidak di rumah (bekerja mencari uang). Mendengar itu aku hanya tersenyum saja, aku hanya berharap suatu hari akan kena batunya sendiri dan si istri akan menyadari untuk membuka hati dan matanya lebar2 tentang siapa sebenarnya suaminya itu. Jangan selalu “Bagai kerbau yang di cocok hidungnya”…, Rumah besar yang penuh tanda tanya besar tapi aku sama sekali tidak tergiur, aku justru bertambah kasihan…ckckckc..benar-benar kasihan..

Alhamdulillah…biar aku cemburu setengah mati dengan suamiku ,biarpun aku selalu diam2 cari tahu pergaulan suamiku..,namun tak pernah aku temukan skandal yang berarti dan aku makin tahu sapa dan bagaimana suamiku. Aku bersyukur..Allah SWT mempertemukan dan menjodohkanku dengan suamiku yang benar2 tulus mencintaiku dan tak pernah mengkhianatiku.. Alhamdulillah..

I Love You forever to my Husband..Wahyu Ependi..🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: